Di antara bersyukur dan prihatin melihat ‘fenomena’ anak muda masa kini yg trgabung dalam suatu komunitas berbusana muslim. Mungkin sebutan ‘berbusana muslim‘ msh blum pantas untuk disandang oleh mereka, yg menurut saya, hanya mengutamakan fashion dan lifestyle.

Kritik sy ini muncul pasca mengikuti pengajian salah satu komunitas berjilbab bbrp hari yang lalu. Dlm acara yg bertajuk pengajian tersebut, sy melihat lebih banyak kepentingan sosial lifestyle daripada keagamaan itu sendiri. Ya…sy pun masih termasuk kalangan orang awam yang tidak luput juga segala kekurang sempurnaan sebagai wanita beragama Islam. Namun setidaknya, insya Allah, saya berhijab, bukan berbusana. Sy pun msh terus belajar.
Ya sih, memang untuk memakai jilbab memang perlu brtahap. Memang, setidaknya mereka sudah mencoba untuk ‘ menutup aurat dan mengulurkan baju mereka‘ seperti yg diperintahkan dlm Al Quran. Di situlah saya bersyukur. Kini banyak anak muda berjilbab yang eksis, dan lebih terangkat di kalangan sosial, tidak lagi sebagai golongan sosial yg tertutup dan konservatif. Tp di sisi lain, sangat prihatin krn melihat mereka berjilbab hanya brdasarkan fashion terkini, atau bisa dibilang latah, mengikuti tren yg sedang terkenal di masa kini. Ya, jatuhnya jd hanya karena busana, bukan karena ingin menutup aurat sebagai seorang muslimah. Mereka berjilbab sama halnya dengan, misal, karena sekarang hari senin, diwajibkan memakai seragam putih-putih, atau berbusana muslim krn sekarang hr jumat. Prihatin ya.
Lebih2 lagi, krn mereka berjilbab bukan krn hidayah dr Allah, maka ‘sikap’ pun tidak mencerminkan sebagai mana selayaknya wanita yg berbusana muslimah. Apakah mereka melakukan Sholat 5waktu dan membaca Al Quran? Apakah mereka mengerti apa yang dimaksud dengan berhijab? Busana yg mereka pakai, hanya sekedar pakaian, bukan penutup aurat. Tangan terlihat, celana dan kaos ketat, tembus pandang, dsbnya.
Kalangan fashionista pun kini berlomba2 mendesign busana ‘hijabers’ ini dengan tagline2 yg ingin mengangkat derajat para wanita yg berjilbab ini ke level yg lbh High-End, tidak kuno dan konservatif. Namun lagi-lagi disayangkan, tidak sedikit juga designer2 muda tersebut berhijab hanya saat keperluan fashion show mereka, selain itu mereka memamerkan rambut yang seharusnya menjadi salah satu aurat.
Ya, memang senang melihat sekarang banyak busana2 muslim yg beraneka model dan warna. Dan makin trlihat banyak wanita2 muda yang memakai jilbab. Tp apakah yg seperti ini akan bertahan lama? Apakah seperti ini yg dimaksud dlm Al Quran?

Tulisan ini hanya sekedar sharing dan curahan hati, bukan maksud menjatuhkan, menjudge, atau pun mencari-cari kejelekan dari mereka para hijabers. Sy pun ikut memberi apresiasi kepada mereka yang sudah berniat memakai hijab. Dan sy yakin dan juga berharap, tidak semua hijabers tersebut yg hanya sekedar berbusana.

Iklan